Pada saat ini masih banyak desa yang kesulitan dalam melakukan rekap data.  Misalnya data penduduk Terkadang ketika diminta sering tumpang tindih dari setiap perangkat desa.  Hal ini dikarenakan tidak adanya satu data yang benar-benar valid dalam data kependudukan.  Tidak hanya itu bagian lain juga sering bermasalah seperti bagian ketika diminta statistik desa  sering kebingungan dalam membuat rekapitulasi data desa.  Sudah saatnya Desa menggunakan aplikasi desa yang berbentuk digitalisasi dengan tujuan mempermudah perangkat dalam mengelola dan melaporkan data di desa.

Dengan adanya aplikasi  desa , kita bisa ambil contoh dalam proses pembuatan surat.  Yang awalnya menggunakan waktu kurang lebih 20 menit , apalagi desa yang tidak memiliki template dalam pembuatan surat terkadang merasa kebingungan dalam mengeluarkan surat untuk desa.  Dengan aplikasi desa yang sudah berbentuk digitalisasi proses pembuatan surat hanya memerlukan waktu 5 menit saja.  Penduduk yang akan membuat surat hanya perlu menyebutkan nama maka secara otomatis surat yang akan dibuat langsung jadi.  Mengapa proses ini bisa cepat dikarenakan sistem aplikasi digitalisasi desa sudah menyiapkan template secara otomatis , bahkan sampai penomoran juga otomatis.  Yang paling penting juga adalah adanya arsip digital ketika diminta oleh pemdes  tentang surat yang pernah dikeluarkan oleh desa maka secara otomatis juga aplikasi desa yang sudah berbentuk digitalisasi memberikan rekap yang lengkap.

Aplikasi adalah perangkat lunak yang menggabungkan fungsi-fungsi tertentu sedemikian rupa sehingga dapat diakses oleh pengguna [1] . Dari pengertian aplikasi di atas dapat dilihat, aplikasi merupakan suatu perangkat lunak yang dapat melakukan dan menggabungkan dari beberapa fitur menjadi satu. Tidak hanya itu, aplikasi bisa digunakan orang secara multi ( lebih 1 orang ). Penerapan aplikasi digitalisasi desa membuat menjadi satu data saja. Sehingga setiap operator desa tetap memiliki template dan data yang sama karena terhubung dengan server. Berikut gambar dari aplikasi desa digitalisasi yang bisa diterapkan sebagai pelayanan di desa.

C:\Users\ullil\Documents\dx.png

Gambar 1

Dari gambar 1 merupakan contoh penerapan dari aplikasi desa. Dengan satu induk server saja maka  dapat digunakan oleh banyak operator sekaligus. Tentunya dengan sistem seperti ini pelayanan desa lebih cepat.

Pada aplikasi desa ini dibuat secara offline, mengapa harus offline karenanya sifat data desa bersifat rahasia. Biarpun offline desa tetap bisa mengerjakannya dengan bantuan konfigurasi jaringan sehingga bisa diakses banyak komputer sekaligus. Untuk layanan online biasa nya saya buat terpisah dari aplikasi desa digital yang offline. Mengapa harus terpisah, karena untuk yang online lebih ke sistem informasi dan marketplace desa yang dimana desa dapat menjual produk unggulan desa di internet.

Pada tulisan ini mengajak anda menggunakan aplikasi desa yang sudah dibuat digitalisasi. Dan untuk penerapanya juga sudah saya terapkan di beberapa desa sehingga aplikasi ini sudah menyesuaikan dengan kebutuhan desa.  Seperti hanya dengan satu printer saja maka bisa melakukan cetak untuk banyak operator. 

Lanjut ke halaman 2 , untuk melihat metode yang digunakan.